Widget HTML #1

#23 Bersikap Tenang, Lembut dan Memberi Maaf

Pasal Bersikap Tenang

         Abu Hurairah radhiallahu 'anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
         "Sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar, dan sikap tenang hanya didapat dengan belajar sikap tenang."

Hadits hasandihasankan oleh al-Albani, lihat Shahih al-Jami' (2328) dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu.

          Beliau juga bersabda,
          "Tuntutlah ilmu, dan carilah - bersama ilmu itu - ketenangan dan kesabaran, bersikaplah lemah lembut kepada orang yang kalian ajari dan kepada orang yang kalian belajar darinya. Dan, janganlah kalian menjadi ulama yang sewenang-wenang, sehingga kebodohan kalian menguasai kalian."
Tidak sah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan yang sah adalah dari pernyataan Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhu, lihat adh-Dhaifah (3418) - ed.

          Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Asyaj 'Abdi Qais,
         "Sesungguhnya pada dirimu ada dua akhlaq yang kedua sifat itu dicintai Allah dan Rasul-Nya: ketenangan dan kehati-hatian."

Kisah-kisah kesabaran dan ketenangan

Suatu ketika, seorang lelaki mencela Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu. 
           Dan setelah lelaki itu menunaikan ucapannya, Ibnu Abbas berkata kepada Ikrimah, "Wahai Ikrimah, lihatlah apakah kepada lelaki ini ada kebutuhan yang harus kita tunaikan?
          Maka lelaki itu menundukkan kepalanya dan malu.

Seorang lelaki memperdengarkan ucapan keras kepada Muawiyah radhiallahu 'anhu, maka dikatakan kepadanya, "Mengapa engkau tak menghukumnya?" 
          Beliau menjawab, "Sesungguhnya aku malu untuk sempit kesabaranku dari hanya kesalahan salah seorang rakyatku."

Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu 'anhuma pernah membagikan tikar kulit. Dan, mengirimkannya sebagian kepada seorang lelaki tua dari penduduk Damaskus. 
          Namun, lelaki tua itu tidak menyukainya dan bersumpah akan memukul kepala Muawiyah. 
          Kemudian ia mendatangi Muawiyah, dan memberitahu perihal sumpahnya. 
          Maka Muawiyah berkata kepadanya, "Tunaikanlah nazarmu, dan bersikap lembutlah kepadaku wahai syaikh."

Seorang budak milik Abu Dzar datang kepada Abu Dzar, setelah mematahkan kaki kambing Abu Dzar. 
          Maka Abu Dzar bertanya kepadanya, "Siapa yang telah mematahkan kaki kambing ini?"
          Sang budak pun menjawab, "Aku yang telah melakukannya dengan sengaja, agar engkau marah, dan memukulku sehingga engkau berdosa." 
          Abu Dzar berkata, "Sungguh aku akan buat marah seseorang (setan) yang telah menghasutmu untuk membuatku marah."
         Lalu Abu Dzar membebaskan budaknya tersebut.

Seorang lelaki mencela 'Adi bin Hatim, tetapi ia tetap diam. 
         Kemudian, setelah lelaki itu selesai dari celaannya, 'Adi pun berkata, "Jika masih ada suatu perkataan yang tertinggal di sisimu, maka segera berkatalah. Sebelum pemuda desa ini berdatangan, karena jika mereka mendengarmu dengan apa yang engkau katakan kepada pemimpin mereka, mereka tidak akan ridha."

Umar bin Abdul Aziz pernah masuk ke dalam masjid pada suatu malam yang gelap. 
         Lalu, ia melewati seorang lelaki yang sedang tidur, dan menyandungnya (tanpa sengaja - ed.). 
         Maka lelaki itu pun mengangkat kepalanya dan berkata, "Apakah engkau ini gila!?". 
         Umar pun menjawab, "Tidak."
         Lalu, para pengawal ingin menangkap orang itu. 
         Namun, Umar mencegah dan berkata, "Tahan! Dia hanya bertanya kepadaku, 'apakah engkau ini gila?' Maka kujawab, 'Tidak' ."

✓ Seorang lelaki bertemu 'Ali bin al-Husain radhiallahu 'anhuma dan mengutuk beliau. 
          Maka al-Ubaid ingin menerkam lelaki itu, 
          'Ali pun berkata, "Tenanglah." 
          Lalu 'Ali menyambut lelaki tersebut, dan berkata, "Apa-apa yang tak engkau ketahui dari urusan kami, ini lebih banyak. Apakah engkau memiliki kebutuhan yang bisa kami bantu atasnya?"
          Maka lelaki itupun malu. 
          Kemudian, 'Ali melemparkan khamishah (kain hitam berbentuk bujur sangkar dengan dua motif) yang ia pakai kepada lelaki itu. Dan, memerintahkan memberinya 1000 dirham. 
          Maka, setelah itu lelaki itu berkata, "Aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau dari keturunan ar-Rasul."

Seorang lelaki berkata kepada Wahb bin Munabbih, "Sesungguhnya Fulan telah mencela engkau." 
         Maka, Wahb bertanya (yang tak perlu jawaban - ed.), "Apakah setan tidak mendapatkan tukang pos selainmu?"

Keutamaan Memberi Maaf dan Berlemah lembut

          Ketahuilah, bahwa makna memberi maaf adalah:
engkau berhak terhadap sesuatu hak, akan tetapi engkau menggugurkannya dan menganggapnya lunas hak, atau qishash (membalas yang sepadan - ed.) maupun utang.

          Dan, memberi maaf itu berbeda dengan bersikap tenang (hilm) dan menahan amarah. (dua hal yang terakhir telah lewat penjelasannya - ed.)

          Allah ta'ala berfirman,
         "Dan orang-orang yang memaafkan manusia." (Ali 'Imran:134)

          Dan, Allah ta'ala juga berfirman,
         "Barang siapa memaafkan dan melakukan perbaikan, pahalanya di sisi Allah." (asy-Syura: 40)

          Dan, di dalam hadits bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
          "Tidaklah harta akan berkurang karena sedekah, tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memberi maaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu' karena Allah kecuali Allah mengangkatnya."
Hadits telah ditakhrij pada halaman 33. Yaitu:
Hadits Shahih: dikeluarkan oleh Muslim (2588) البر و الصلة , dan at-Tirmidzi (2029), dan Ahmad (7165), dari العلاء dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

           Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda,
         "Wahai 'Uqbah bin Amir, maukah engkau kuberitahu tentang seutama-utama akhlaq penduduk dunia dan penduduk akhirat? Sambunglah hubungan dengan orang yang memutuskannya darimu, berilah orang yang menahan pemberiannya darimu, dan maafkanlah orang yang menzalimimu."
Hadits dhaif: dikeluarkan oleh Ahmad (16883), dan Ibnu Adi 5/165 ((الكامل)) dari Utsman bin Abi العاتكة dari Ali bin Yazid dari al-Qasim dari Abu Umamah dari Uqbah bin Amir marfu' dengannya, dan di dalam 5/392 ((مسند الفردوس)), dan Utsman bin Abi الهاتكة dhaif, dan
 للحديث شواهد يتقوى بها dari hadits Ali dan Abu Hurairah.

          Diriwayatkan, bahwasanya seorang penyeru menyeru di hari Kiamat, " Hendaknya berdiri orang-orang yang telah tetap pahalanya di sisi Allah!"
         Ternyata, tidak ada yang berdiri kecuali orang yang telah memaafkan orang yang menzaliminya.

         Dan, dari Anas radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
         "Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan, dan Dia akan memberi orang yang lemah lembut apa yang Dia tidak berikan kepada orang yang keras."
Hadits shahihdikeluarkan oleh ath-Thabrani ((al-Ausath)) (3 /207), dan ((ash-Shaghir)) (1 /145) dati jalan Sa'id bin Abi عروبة dari Qatadah dari Anas, dan lihat Shahih al-Jami' (1771).

         Dan, di dalam ash-Shahihain dari hadits 'Aisyah radhiallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda,
         "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mencintai kelemahlembutan dalam semua urusan."
Hadits shahihdikeluarkan oleh al-Bukhari (6927) استتابة المرتدين, dan Muslim (2593) البر و الصلة

         Dan, di dalam hadits lain, 
         "Barang siapa dihalangi (diharamkan) dari sifat lemah lembut, dia telah terhalangi (diharamkan) dari kebaikan."
Hadits shahihdikeluarkan oleh Muslim (2592) البر و الصلة, dan Abu Dawud (4809) dan Ibnu Majah (3687) dan Ahmad (18767)

***

Bibliografi

  • Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi
  • Buku terjemahan - Mukhtashar Minhajul Qashidin - At-Tuqa
  • Kajian Islam Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Ustadz Qomar ZA, Lc - Masjid Umar Ibnul Khaththab, Ponpes Darul Atsar, Kedu
Mau belajar Mukhtashar Minhajul Qashidin via daring (online), ikuti tahapannya, TAP /KETUK > di bawah ini:
Mukhtashar Minhajul Qashidin
Belajar dengan Menulis Saban Hari

***

Mau Belajar Ilmu Syar'i dengan Menuliskannya, mudah, sedikit demi sedikit, dan saban hari, TAP /KETUK > di bawah ini:
WhatsApp Salafy Asyik Belajar dan Menulis

Posting Komentar untuk "#23 Bersikap Tenang, Lembut dan Memberi Maaf"

Menjadi Terampil Menulis
Hanya dari kebiasaan menulis sederhana
Menulis Cerita

Kisah Nyata
rasa Novel


Bahasa Arab
Nahwu
Mutammimah

Bahasa Arab
Sharaf
Kitabut Tashrif

Menulis Cerita Lanjutan
Kelindan
Kisah-kisah Nyata


Bahasa Indonesia
Belajar
Kalimat

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel


Bahasa Indonesia
Belajar
Kata

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

Disalin oleh belajar.icu
Blog Seputar Mendesain Kebiasaan Belajar Ilmu Syar'i dengan Menuliskannya,
mudah, sedikit demi sedikit,
dan
saban hari.