Widget HTML #1

#19 Bencana Lisan - Namimah (adu domba)

9. Namimah (adu domba)

          Di antara bencana dalam lisan, adalah namimah. Dan, di dalam hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda,
          "Tidak akan masuk surga (al-Jannah) (seorang pembunuh - pent.), yaitu tukang adu domba."

Hadits shahih: dikeluarkan oleh al-Bukhari (6056) al-Adab, dan Muslim (105) al-Iman dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu.

          Ketahuilah, bahwasannya namimah uraian secara umum adalah penukilan ucapan orang pada seseorang.

          Misalkan, seseorang mengatakan, "Fulan telah berkata tentangmu begini begitu."

          Namun, namimah tidak terbatas (terkhusus - pent.) itu saja, bahkan mengungkapkan sesuatu yang tidak suka dibeberkan, baik berupa ucapan maupun perbuatan.

          Bahkan, jika ia melihat seseorang menyembunyikan harta untuk dirinya, lalu ia menyebutkannya, ini termasuk namimah.

          Dan, setiap orang yang diberitahu (menerima - ed.) suatu namimah, seperti dia diberitahu, "Fulan telah berkata tentangmu begini begitu." atau, "Fulan telah melakukan suatu hal tentangmu.". Dan semisalnya. 

          Maka orang yang diberitahu tersebut hendaknya melakukan 6 hal:

1.Tidak membenarkan si penukil namimah, sebab tukang namimah adalah orang fasik yang ditolak persaksiannya.

2. Melarangnya untuk berbuat namimah, dan menasehatinya.

3. Membencinya karena Allah, sebab penukil namimah tersebut dibenci di sisi Allah.

4. Tidak berprasangka buruk kepada saudaranya yang disebut dalam namimah tersebut.

5. Tidak terbawa terhadap namimah (apa yang diceritakan - ed.), sehingga menyeret ia untuk memata-matai dan mencari-cari berita. Hal ini berdasarkan firman Allah ta'ala,
          "Janganlah kalian saling memata-matai." (al-Hujurat: 12).

6. Tidak ridha jika dirinya dinamimahi, maka ia tidak pula melakukan namimah.

         Diriwayatkan bahwa, Sulaiman bin Abdul Malik berkata kepada seorang lelaki, "Telah sampai kepadaku, bahwa engkau telah berkata jelek tentangku."

         Maka, lelaki itu menjawab, "Aku tidak melakukannya."

         Lalu, Sulaiman berkata, "Sesungguhnya yang mengabarkan kepadaku adalah orang yang jujur."

         Maka, lelaki itu berkata, "Tukang namimah tak ada yang jujur."

         Sulaiman berkata, "Engkau benar, pergilah dengan keselamatan."

         Yahya bin Abi Katsir berkata, 
          "Tukang namimah merusak hubungan, hanya butuh waktu satu jam, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh tukang sihir dalam waktu satu bulan."

        Telah dikisahkan, bahwa ada seorang lelaki menawarkan untuk membeli seorang budak. Dan, majikannya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri kepadamu, dari namimah dan kedustaan (budak ini)."

         "Baiklah, engkau (majikan - ed.) berlepas diri dari keduanya (dari budak dan yang menawarkannya - ed.)," (kata lelaki itu - calon pembeli budak). Maka, iapun membelinya.

          Maka, budak tersebut mulai berkata kepada majikannya (yang baru), "Sesungguhnya istrimu (wanitamu) ingin berbuat keji, dan melakukannya, bahkan ia ingin membunuhmu."

         Dan, kemudian sang budak berkata kepada istri majikannya, "Sesungguhnya, suamimu ingin menikah lagi dan menyembunyikan hal itu atasmu, maka jika engkau ingin menjadi kesayangannya atasmu, sehingga ia tidak akan menikah dan menyembunyikannya, hendaknya engkau mengambil pisau untuk memotong rambutnya yang ada di tenggorokannya (yang ada dekat leher - ed.) ketika ia tidur."

        Sang budak pun menghasut kembali sang suami, "Sesungguhnya ia (istrimu) ingin membunuhmu, saat engkau tidur."

        Maka, sang suami pun berpura-pura tidur, lalu sang istri datang dengan membawa pisau untuk memotong rambut dari tenggorokannya. Serta merta sang suami segera menangkap tangan istrinya dan membunuhnya.

        Keluarga sang istri mendatangi sang suami dan tidak terima (bersiap - waspada - pent.) atas sang suami tersebut, dan membunuhnya.

Bibliografi

  • Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi
  • Buku terjemahan - Mukhtashar Minhajul Qashidin - At-Tuqa
  • Kajian Islam Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Ustadz Qomar ZA, Lc - Masjid Umar Ibnul Khaththab, Ponpes Darul Atsar, Kedu, Temanggung

Mukhtashar Minhajul Qashidin
Belajar dengan Menulis Saban Hari

***

WhatsApp Salafy Asyik Belajar dan Menulis

Posting Komentar untuk "#19 Bencana Lisan - Namimah (adu domba)"

Menjadi Terampil Menulis
Hanya dari kebiasaan menulis sederhana
Menulis Cerita

Kisah Nyata
rasa Novel


Bahasa Arab
Nahwu
Mutammimah

Bahasa Arab
Sharaf
Kitabut Tashrif

Menulis Cerita Lanjutan

Biografi Inspiratif

Bahasa Indonesia
Belajar
Kalimat

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel


Bahasa Indonesia
Belajar
Kata

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

Disalin oleh belajar.icu
Blog Seputar Mendesain Kebiasaan Belajar Ilmu Syar'i dengan Menuliskannya,
mudah, sedikit demi sedikit,
dan
saban hari.