Widget HTML #1

#14 Keutamaan Diam

           Bencana lisan sangat banyak dan bermacam-macam
  • terasa manis di dalam kalbu
  • dan disemangati oleh tabiat
          Tak ada keselamatan darinya (lisan) kecuali dengan diam

          Oleh sebab itu akan kami sebutkan dahulu keutamaan diam, kemudian setelahnya baru kami sebutkan bencana-bencana lisan secara terperinci - Insya Allah.

          Ketahuilah, bahwasannya diam itu akan 
  • memusatkan cita-cita 
  • dan menjernihkan pikiran.
         Dan, dalam sebuah hadits sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam telah bersabda,
          "Barang siapa menjamin untukku apa yang berada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan), niscaya aku menjamin surga baginya."

Hadits shahih
: dikeluarkan oleh al-Bukhari (6474) الرقاق, dan at-Tirmidzi (2408) الزهد, dan Ahmad (22316) dari Abu Hazm dari Sahl bin Sa'ad نحوه (semisalnya), dan dishahihkan oleh  al-Albani, dan berkata Abu Isa: ((dan di dalam bab dari Abu Hurairah, dan Ibnu Abbas)), dan lihat adh-Dhaifah (2302) oleh al-Albani.

        Dan, di dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah bersabda,
        "Tidak akan lurus keimanan seorang hamba sebelum lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sebelum lurus lisannya"

Hadits hasan: dikeluarkan oleh Ahmad (12636) dari Ali bin مسعدة dari Qatadah dari Anas. Dan diriwayatkannya Ibnu Abid Dunya dalam ((الصمت)) dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib (2554).

          Dan, di dalam hadits Muadz, disebutkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
         "Tahanlah olehmu yang satu ini!" Aku (Muadz) pun bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami akan dihukum disebabkan oleh ucapan kami?" Beliau menjawab, "Celaka engkau wahai Muadz, tidaklah manusia itu ditelungkupkan di Neraka di atas wajah-wajah mereka - dalam riwayat lain: di atas hidung-hidung mereka - melainkan adalah akibat lisan-lisan mereka".

Hadits shahih: dikeluarkan oleh at-Tirmidzi (2616) al-Iman, dan Ibnu Majah (3973) al-Fitan, dan Ahmad (21511) dari Muadz bin Jabal dan dishahihkan al-Albani dan lihat ash-Shahihah (3284).

          Dan, dalam hadits lain beliau shalallahu alaihi wasallam telah bersabda,
         "Barang siapa menahan lisannya, Allah akan menutupi aurat (aib dan kekurangan)nya."

Hadits dhaif: didhaifkan oleh al-Albani, dan lihat (ضعيف الجامع (5580 , dan adh-Dhaifah (588) oleh al-Albani.
Di terjemahan ada tambahan, Asy-Syaikh al-Albani menshahihkan hadits yang semakna
          "Barang siapa menjaga lisannya, Allah akan menutup auratnya." Lihat ash-Shahihah (2360).
 
          Dan, telah berkata Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu, 
          "Tak ada sesuatu yang lebih butuh dipenjara dalam waktu yang lama daripada lisanku."

         Dan, Abu Darda radhiyallahu 'anhu telah berkata, 
          "Seimbangkanlah (adillah) kedua telingamu dengan mulutmu. Maka, sesungguhnya diciptakan bagimu dua telinga dan satu mulut, agar engkau lebih banyak mendengar daripada berbicara."

          Dan, Makhlad bin al-Husain telah berkata, 
          "Aku tidak berbicara sejak 50 tahun dengan perkataan yang membuat aku ingin meminta maaf karena perkataan itu."

***

Bibliografi

  • Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi
  • Buku terjemahan - Mukhtashar Minhajul Qashidin - At-Tuqa
  • Kajian Islam Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Ustadz Qomar ZA, Lc - Masjid Umar Ibnul Khaththab, Ponpes Darul Atsar, Kedu, Temanggung

Mukhtashar Minhajul Qashidin
Belajar dengan Menulis Saban Hari

***

WhatsApp Salafy Asyik Belajar dan Menulis

Posting Komentar untuk "#14 Keutamaan Diam"

Menjadi Terampil Menulis
Hanya dari kebiasaan menulis sederhana
Menulis Cerita

Kisah Nyata
rasa Novel


Bahasa Arab
Nahwu
Mutammimah

Bahasa Arab
Sharaf
Kitabut Tashrif

Menulis Cerita Lanjutan

Biografi Inspiratif

Bahasa Indonesia
Belajar
Kalimat

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel


Bahasa Indonesia
Belajar
Kata

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

Disalin oleh belajar.icu
Blog Seputar Mendesain Kebiasaan Belajar Ilmu Syar'i dengan Menuliskannya,
mudah, sedikit demi sedikit,
dan
saban hari.