Widget HTML #1

Doa di antara Dua Sujud dalam Shalat

          Doa di antara dua sujud dalam shalat yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي

Latin: 

Allāhumma ighfir lī, warḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, wahdinī, wa ‘āfinī, warzuqnī.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan berilah aku rezeki.”

(HR. Abu Dawud no. 850, dishahihkan oleh al-Albani)




          Ada beberapa versi doa di antara dua sujud yang sah dari Nabi ﷺ. Berikut beberapa di antaranya:

1. Versi paling lengkap (yang sudah disebut sebelumnya):

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي

"Allāhumma ighfir lī, warḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, wahdinī, wa ‘āfinī, warzuqnī." 

2. Versi ringkas:

رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي

"Rabbi ighfir lī, Rabbi ighfir lī."

(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)

         Ini adalah bacaan paling minimal yang diajarkan Nabi ﷺ dan dibaca dua kali.

3. Tambahan redaksi (diriwayatkan sebagian salaf):  

         Ada yang menambahkan doa-doa lain setelah versi lengkap, seperti:

"واجعلني من المتقين" 

(Jadikan aku termasuk orang bertakwa)

"واختم لي بالسعادة"

(Akhiri hidupku dengan kebahagiaan)

         Namun, tambahan ini tidak ma’tsur dari Nabi ﷺ secara langsung, jadi lebih baik fokus pada yang sahih dari beliau.

Kesimpulan:

Semua versi itu boleh dibaca, dan bisa digilir agar tidak monoton dan mencakup lebih banyak makna. Yang paling afdal adalah membaca doa lengkap yang sahih.

Syarah

          Doa antara dua sujud ini merupakan permohonan yang sangat komprehensif, dan para ulama termasuk Ibnul Qayyim rahimahullah memberikan perhatian besar terhadap makna dan kedalamannya.

         Dalam kitab "Al-Wabil Ash-Shayyib" dan juga "Zadul Ma’ad", Ibnul Qayyim menyinggung keutamaan doa ini sebagai bentuk permintaan yang menyeluruh terhadap kebutuhan ruhani dan jasmani seorang hamba.

         Berikut penjelasan ringkas dari sisi maknawi, sejalan dengan pendekatan Ibnul Qayyim:

1. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي (Ya Allah, ampunilah aku)  

         Ini adalah permintaan paling mendasar: pengampunan dosa, sebab dosa adalah penghalang utama kedekatan dengan Allah dan penyebab musibah dunia-akhirat.

2. وَارْحَمْنِي (rahmatilah aku)

         Ampunan saja tidak cukup; kita butuh rahmat Allah agar hidup kita diberkahi, dimudahkan dalam kebaikan, dan dijauhkan dari kesusahan.

> Ibnul Qayyim menjelaskan, rahmat adalah sumber segala kebaikan. Jika Allah merahmati hamba, Dia berikan semua kebaikan tanpa diminta.

3. وَاجْبُرْنِي (cukupkan/lengkapi aku)  

         Permintaan agar Allah menambal kekurangan, mengangkat kehinaan, dan memperbaiki keadaan yang rusak—baik secara lahir maupun batin. Kata “jabr” dalam syar’i juga berarti menenangkan jiwa yang hancur.

> Ibnul Qayyim menyebut Allah sebagai Al-Jabbār yang memperbaiki hati yang patah, menambal kehinaan, dan menguatkan yang lemah.

4. وَارْفَعْنِي (angkatlah derajatku)

         Ini mencakup permintaan derajat tinggi di dunia (dalam ketaatan) dan di akhirat (dalam surga). Ketinggian derajat bukan karena harta, tapi karena ilmu, amal, dan keikhlasan.

5. وَاهْدِنِي (tunjukilah aku) 

         Permintaan hidayah adalah inti keselamatan. Ibnul Qayyim menyebut hidayah sebagai nikmat terbesar setelah Islam, mencakup petunjuk ilmu dan amal.

6. وَعَافِنِي (sehatkan aku)

         Permintaan agar diberi kesehatan lahir dan batin. Ibnul Qayyim menyebut ‘afiyah sebagai penjagaan dari bala, penyakit, dan cobaan.

7. وَارْزُقْنِي (berilah aku rezeki)

         Ini mencakup rezeki halal, berkah, dan mencukupi, baik secara materi (makanan, harta) maupun maknawi (ilmu, amal, keimanan).

Penutup:  

         Ibnul Qayyim mengajarkan bahwa doa ini:
  • Merangkum seluruh kebutuhan manusia.
  • Menggabungkan antara perbaikan agama, dunia, dan akhirat.
  • Menjadi pengingat posisi kita sebagai hamba yang lemah, butuh, dan bergantung pada Rabb-nya dalam segala hal.
         Doa ini menunjukkan bahwa antara dua sujud, kita tidak hanya beristirahat, tapi sedang menyampaikan permohonan terdalam kepada Allah, berkali-kali dalam sehari.

***